Friends Don’t Do That…
Thursday, August 31st, 2006
A
“nice” message pop-up in my inbox this afternoon…
Dikirim oleh seorang ”teman” di FS list… Aku lupa, how we connected, dia add aku beberapa bulan lalu n aku approve. Done. Nggak pernah kontak atau apa karena kita juga nggak “deket” sampai aku baca message-nya…
Isinya gak usah detail
ya, tapi intinya dia keberatan dengan
kegiatanku nulis blog-yang terbilang sering-sehingga report update blog-nya memenuhi email
japrinya…
Waduuh, jangan salah… temen2ku rata2 punya blog dan aktif menulis kan kalo aku buka japri (yang kadang hanya 1 minggu sekali dibuka)… report-nya
di blog mereka. Kebayang
sebanyak apa?? tapi aku dengan senang hati baca, siapa2 aja yang update blog-nya
Aku kasih tau, simply
click your account setting, DEAR and click NO di report update blog…
But then… mejikuhibiniu… mejikuhibiniu… mejikuhibiniu… mejikuhibiniu…
Setelah sekian lama nggak merasa sedih, baca message tadi bikin aku jadi nelongso.
Gimana enggak?? Bagiku …My Days, My Tunes… adalah tempat aku berbagi kalo lagi seneng, suntuk atau sedih, tempat aku
“ngobrol” dengan semua teman2 Blog Destroyers tersayang, tempat
aku mencari dan mendapat senyum serta tawa…Aku rasa nggak terlalu muluk…
Bener lho…
sedih banget… Dan ironisnya, beberapa
hari yang lalu seorang teman bertanya ke aku tentang blog-nya dan berniat untuk
quit blogging karena ada a little terror dari seseorang dan bikin
teman aku nggak nyaman. Tentu saja aku larang dengan keras… Please DON’T!! Gila aja… tulisan2 sebagus itu mau hilang dari peredaran…
Pernah juga seorang teman menghapus blog-nya… benar2 vanished-dissapered-alakazaam-bim salabim-wink- hilang… berpuluh2 judul dan isinya
hilang dari pandangan, dan dengan berbagai cara, dari merayu hingga mengancam
ala preman, aku berusaha supaya dia mau menulis blog lagi. Phieeew… untung berhasil walau jari2 tanganku agak
bengkak kebanyakan menulis komen dan
jempol tangan kananku terjepit space bar…
Itu semua aku lakukan karena aku senang bisa baca tulisan
mereka, bisa tau apa yang ada di pikiran mereka dan tahu apa yang mereka
rasakan walaupun mereka berada bermil-mil jauhnya dari aku…
Sekarang pilihan apa yang aku punya? Do I have to quit blogging?
Sediiiih…but after so much thinking… it’s my life dan dia nggak
behak melakukan hal itu dan aku percaya bahwa FRIENDS
DON’T DO THAT, right?? Maka dengan sangat terpaksa dan dengan
permohonan maaf yang sebesar2nya dari lubuk
hati yang paling dalam… I DELETE YOU from my friendlist dan I will keep
blogging… Sekai lagi, maaf…



